Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

Jamwas : Marwan Effendy Tidak Terbukti Gelapkan Rp500 M

Senin, 4 Februari 2013 00:00:00 | Umum

Senin, 04 Februari 2013

JAKARTA, Media Kejari Jaksel -Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy menyatakan tudingan yang dilakukan oleh advokat Fajriska Mirza alias Boy Fajriska kepadanya membuat nama dirinya tercemar. Didalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah terungkap Marwan tidak terbukti menggelapan dana sebesar Rp500 miliar.

“KPK tinggal melanjutkan laporan saya, seharusnya kalau KPK mau memeriksa silakan langsung mengecek ke BRI. Cek ke PPATK apa ada aliran dana yang masuk ke saya. Seharusnya yang dia tuduh kalau ada penyelewengan itu jaksa dong, bukan Aspidsus,” ujar Marwan Effendi kepada wartawan di Kejakgung,Jumat (2/1).

Marwan mengaku sangat menyesalkan perbuatan advokad,Fajriska alias Boy, karena sudah memfitnah dengan menuliskan melalui akun twitter bahwa dengan akun @Fajriska dan @Triomacan2000 yang menyebutkan Marwan menggelapkan barang bukti kasus pembobolan BRI senilai Rp500 miliar yang dilakukannya sewaktu menjabat sebagai Aspidsus Kejati DKI tahun 2003.

Bukan itu saja didalam surat yang dikirim kepada jaksa Agung 22 Maret 2012,dan Komisi III DPR-RI, termuat kalimat kalimat yang menyebutkan Marwan tidak pantas diangkat menjadi jaksa agung. Bahkan menurut Marwan,karena akun @Triomacan2000 banyak followernya, namanya otomatis menjadi cemar.

Berita tersebut juga tersebar luas di Kampus Trisakti di mana dirinya menjadi pengajar mahasiswa Pasca Sarjana S2 bidang hukum.
“Saya ini dosen di Trisakti, ini menjatuhkan nama baik saya, semua orang tanya sama saya soal hal itu,” ungkap Marwan

Berita miring mengenai dirinya menyebar ke semua media online, cetak hingga majalah. Tidak hanya itu saja, bahkan sampai ke Amerika Serikat.

Karena dampak twitter, mereka menanyakan soal itu, saya juga pernah mau tanya kontrak rumah di Bandung, saya ditanya sama yang punya ‘Ngapain bapak kontrak rumah, kan punya uang Rp500 miliar, saya jawab, ‘saya bilang saya ketawa saja.

“Makanya saya yakin pemilik akun twitter itu adalah punya Fajriska,”ujar Marwan. Masalah barang bukti yang disita sebesar 33 miliar dan USD 3 juta itu dititipkan Bank Mandiri atas nama institusi Kejati DKI dan saat penuntutan disimpan pada rekening kejari Jakarta Pusat dan bukan rekening pribadi Marwan Effendi.

Mengenai laporan surat yang dibuat Fajriska, Jamwas Marwan mengatakan siapa saja ataupun masyarakat boleh saja melaporkan, asal dengan bukti yang kongkret atau data yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi jangan asal lapor.( Affu )

 

News Ticker

  • Kejari Jaksel melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jaksel dan dapat diambil pada hari Senin s/d Kamis jam (08.00 - 15.30 Wib)
  • Untuk Hari Jum'at, jam (08.00 - 15.30 Wib) Kejari Jaksel hanya melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor sesuai tanggal pada hari sidang yang ditentukan dalam surat bukti tilang
  • Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang
  • Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui web site Kejari Jaksel pada ruang Konsultasi
  • ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.