Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

PENYERAHAN TERSANGKA DAN BARANG BUKTI (TAHAP II) KASUS TERORIS PALEMBANG DI TERIMA DI KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA SELATAN

Selasa, 27 Oktober 2009 00:00:00 | Press Release

\"\"

Berkas teroris atas nama terdakwa Saefudin Zuhri alias Tsabit Alias Sugeng alias Abu Lubaba telah diterima oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Berkas teroris penyidikan Densus 88 Anti Teror ini sebelumnya telah dinyatakan lengkap secara Formil dan Materiil oleh Kejaksaan Agung dan dilimpahkan ke Kejari Jaksel guna memasuki tahap penuntutan yang akan segera di Limpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan guna memasuki tahap persidangan.

 

Totok Bambang, SH dan Bayu Adinugrogho, SH selaku Penuntut Umum yang menangani perkara teroris ini dalam keterangannya mengatakan bahwa terdakwa Saefudin Zuhri alias Tsabit Alias Sugeng alias Abu Lubaba mempunyai peran yang sangat penting dalam terorisme di Indonesia, diantaranya telah menyembunyikan para terpidana kasus terorisme Palembang seperti Abdurrahman Taib als Musa als Kosim als Ivan, terpidana Sugiarto als Sugiceng dan terpidana lain teroris Palembang yang telah disidangkan sebelumnya dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

 

JPU Totok Bambang SH menambahkan, terdakwa Saefudin Zuhri alias Tsabit Alias Sugeng alias Abu Lubaba diduga telah menyembunyikan informasi keberadaan Gembong terorisme Indonesia yaitu Noordin M Top, dan diduga terdakwa telah mengirim bahan baku bom ke Palembang sebanyak 4 Box, memberi senjata api kepada teridana Abdurrahman Taib als Musa als Kosim als Ivan jenis Revolver FN yang kemudian senjata tersebut dipergunakan untuk membunuh Dago Simamora di Pelembang selain itu diduga terdakwa telah mengajarkan kepada para pelaku Bom Palembang cara merakit bom.

 

Lebih lanjut JPU Bayu Adinugroho, SH menjelaskan bahwa terdakwa Saefudin Zuhri alias Tsabit Alias Sugeng alias Abu Lubaba telah disangka melanggar Pasal 15 Jo. Pasal 7, Pasal 9 dan atau Pasal 13 Perpu No. 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi Undang-undang No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Berita Terkait

News Ticker

  • Kejari Jaksel melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jaksel dan dapat diambil pada hari dan jam kerja
  • Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang
  • Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui web site Kejari Jaksel pada ruang Konsultasi
  • ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.