Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

Sidang Lanjutan Ke-17 (tujuh belas) pembacaan putusan perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa RATNA SARUMPAET di PN Jaksel

Kamis, 11 Juli 2019 17:00:00 | Press Release

Pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 Sekira  pukul 10.00 WIB s/d 17.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Utama Prof.H.Oemar Seno Adji, SH Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya No.133 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan telah berlangsung sidang ke-17 (tujuh belas) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa atas nama RATNA SARUMPAET (No.perkara 203/Pid.sus/ 2019/PN.JKT.SEL) dengan agenda Sidang Pembacaan Putusan (Vonis) Majelis Hakim.

Bahwa Sidang Keenam tersebut dipimpin oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan susunan perangkat sidang sebagai berikut :

HAKIM KETUA :

Dr. JONI, SH.,MH

HAKIM ANGGOTA :

KRISNUGROHO, SH.,MH

HAKIM ANGGOTA :

MERY TAAT ANGGARASIH, SH.,MH

PANITERA:

  1. MURATNO, SH.,MH
  2. EDY SUWITNO, SH

JAKSA PENUNTUT UMUM:

  1. DAROE, SH
  2. NUR CHASANAH, SH
  3. PAYAMAN, SH
  4. RAHIMAH, SH
  5. AGUS BACTIAR, SH
  6. REZA MURDANI, SH
  7. SRU M, SH
  8. SARWOTO, SH
  9. LASMARIA, SH
  10. DONNY M. SANNY, SH

PENASEHAT HUKUM:

  1. INSANK NASRUDIN, SH
  2. DESMIHARDI, SH

Dalam sidang ke-17 (Tujuh Belas) pembacaan Putusannya Majelis hakim menimbang berdasarkan barang bukti dan fakta-fakta terungkap di persidangan dari keterangan saksi ahli, maka Majelis Hakim menimbang perbuatan terdakwa RATNA SARUMPAET yang meyebarkan berita bohong alias Hoax untuk membuat keonaran telah memenuhi unsur pidana sebagaimana tertuang dalam dakwaan ke-1 yakin pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana. Dengan ini maka Majelis hakim menjatuhkan Hukuman selama 2 (dua) tahun dikurangi masa tahanan kepada terdakwa RATNA SARUMPAET.

Pertimbangan Majelis Hakim didalam memberikan putusan tersebut, berpendapat selama dalam persidangan berlangsung pada diri terdakwa tidak ditemukan adanya alasan pembenar atau alasan pemaaf, maka kepada diri terdakwa haruslah dianggap orang yang mampu bertanggung jawab menurut hukum dan perbuatnya itu dipandang sebagai perbuatan melawan Hukum, sehingga kepada terdakwa haruslah dijatuhi pidana sesuai dengan kesalahannya dengan mengingat rasa keadilan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.

Amar putusan yang telah dibacakan oleh majelis hakim dipersidangan adalah sebagai berikut : 

  1. Mengadili menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah menyiarkan berita bohong sebagaimana perkara.
  2. Menjatuhkan penjara kepada terdakwa selama 2 (dua) Tahun penjara.
  3. Terdakwa menjalankan hukuman dikurangi masa tahanan.
  4. Memerintahkan JPU melakukan penahanan terhadap terdakwa.
  5. Barang Bukti dikembalikan kepada JPU.
  6. Membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp. 5.000,-.

Terhadap Putusan Majelis Hakim tersebut penasehat Hukum menyatakan pikir-pikir, kemudian sikap JPU atas Putusan tersebut yakni pikir-pikir, setelah pembacaan putusan selesai kemudian Majelis Hakim menyatakan sidang dinyatakan selesai.

Bahwa jalannya sidang Ke-17 (tujuh belas) tersebut dilakukan pengamanan dari pihak Kepolisian Polres Metro Jaksel yang menurunkan sekitar 30 (tiga puluh) personel dari berbagai kesatuan. sSdang terbuka untuk umum dan dihadiri oleh keluarga terdakwa, elemen masyarakat dan diliput oleh media cetak maupun elektronik dan persidangan berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.