Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

Sidang Lanjutan Ke-5 (lima) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa RATNA SARUMPAET di PN. Jaksel

Selasa, 26 Maret 2019 17:00:00 | Press Release

Bahwa pada hari Selasa tanggal 26 Maret 2019 Sekira pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Utama Prof.H. Oemar Seno Adji, SH Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jl. Ampera Raya No.133 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan, telah berlangsung sidang ke-5 (lima) perkara penyebaran berita bohong alias Hoax untuk membuat Keonaran dengan terdakwa atas nama RATNA SARUMPAET (No.Perkara. 203/Pid.sus/2019/PN.JKT.SEL) dengan agenda sidang Pemeriksaan Saksi.

Bahwa Sidang Keempat tersebut dipimpin oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan susunan perangkat sidang sebagai berikut :

HAKIM KETUA :

Dr. JONI, SH.,MH

HAKIM ANGGOTA :

KRISNUGROHO, SH.,MH

HAKIM ANGGOTA :

MERY TAAT ANGGARASIH, SH.,MH

 

PANITERA:

1. MURATNO, SH.,MH

2. EDY SUWITNO, SH

 

JAKSA PENUNTUT UMUM:

1. DAROE, SH

2. PAYAMAN, SH

3. RAHIMAH, SH

4. AGUS BACTIAR, SH

5. REZA MURDANI, SH

6. SARWOTO, SH

7. LASMARIA, SH

 

PENASEHAT HUKUM:

1. INSANK NASRUDIN, SH

2. DESMIHARDI, SH    

 

Bahwa Sidang Ke-5 (lima) dengan agenda Sidang Pemeriksaan Saksi tersebut, Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Jaksel Menghadirkan 6 (enam) saksi Ke persidangan yakni :

  1. AKP Niko Purba (Anggota Polri);
  2. Madadimas (Anggota Polri);
  3. Arif Rahman (Anggota Polri);
  4. dr. Sidik SLLP p Etiamiharja (Dokter Bedah RS Bina Estetika Menteng);
  5. drg. Desak Gede Vristina (Dirut RS Bina Estetika);
  6. Alusia Sihombing (Kepala Perawat RS Bina Estetika).

Bahwa sebelum pemeriksaan saksi dilaksanakan, pihak Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan keberatan dengan ketiga saksi dari Kepolisian, menurutnya keterangan saksi akan subjektif sesuai dengan pekerjaannya dan menurut Tim Jaksa, saksi dari Kepolisian sudah sesuai dengan aturan, dan para saksi memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan bila ada tindak pidana, dan keberatan penasehat Hukum terdakwa ditolak oleh Majelis Hakim kemudian sidang dilanjutkan.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut saksi pertama AKP Niko Purba menerangkan awalnya saksi mendapatkan informasi bahwa terdakwa mengalami penculikan dan penganiayaan, atas perintah dari pimpinan, kemudian saksi melakukan kegiatan penyelidikan dan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di Jawa Barat, dan Kejadian penganiayaan terhadap terdakwa tidak ada.

Bahwa berdasarkan informasi dari pihak RS. Bina Estetika dapat dipastikan terdakwa pada tanggal 21 September 2018 melakukan operasi perawatan wajah di RS Bina Estetika,  bukan karena penganiayaan dan berdasarkan CCTV yang ditayangkan di persidangan terekam terdakwa turun dari taksi menuju RS Bina Estetika dan Satpam pun membenarkan.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut saksi kedua MADADIMAS menerangkan berdasarkan hasil penyelidikannya ditemukan informasi dari Pihak RS Bina Estetika, Video CCTV, Dokumen pembayaran dan bukti lain dapat dipastikan bahwa terdakwa datang ke rumah sakit untuk berobat operasi Plastik yang dilakukan oleh dr.SIDIK pada tanggal 21 September 2018 s/d 24 September 2018, bukan perawatan penganiayaan, dengan melakukan pembayaran 3 (tiga) kali yakni Rp. 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah), Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dan Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta rupiah), selain itu saksi melihat rekam medis dari terdakwa dan register terdakwa menginap di Rumah sakit.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut, saksi ketiga ARIF RAHMAN menerangkan kasus terdakwa berawal dari berita penganiayaan dan ditemukan terdakwa dirawat di RS Bina Estetika, kemudian Tim Penyidik melakukan pengecekan, memang ditemukan Terdakwa dirawat di Rumah Sakit tersebut, namun bukan karena perawatan penganiayaan melainkan berobat operasi plastik berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit dan bukti pendukung lainnya.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut, saksi keempat dr. SIDIK SETIAMIHARJA menerangkan benar terdakwa merupakan pasien dari saksi pada tanggal 20 september 2018, terdakwa berkonsultasi untuk melakukan operasi plastik dibagian mata dan penarikan wajah untuk memperbaiki penampilan, terdakwa melakukan operasi pada tanggal 21 september 2018 sekitar pukul 19.00 wib s/d 22.30 wib dalam keadaan sehat, kemudian selama 1 (satu) Jam setelah operasi, terdakwa sadar dan dipindahkan ke kamar perawatan untuk rawat inap, dan tanggal 24 September 2018 terdakwa diperbolehkan pulang, namun 2 (dua) hari setelah operasi terjadi pembengkakan, lalu terakhir terdakwa datang pada tanggal 01 Oktober 2018 untuk melakukan pengecekan dan pencabutan jahitan operasi.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut, saksi ke-lima drg. DESAK GEDE VRISTINA menerangkan, bahwa benar RS Bina Estetika adalah Rumah sakit Khusus bedah plastik dan saksi merupakan Direktur Utamanya, berdasarkan data dari Rumah sakit Bina Estetika, terdakwa benar merupakan pasien dirumah sakit tersebut bagian bedah Plastik, terdakwa RATNA SARUMPAET menjadi pasien sejak tahun 2013 sampai 20 oktober 2018 sebagai pasien dari saksi dr. SIDIK.

Bahwa pada tahun 2018 terdakwa melakukan perawatan pada bulan Mei, Juli dan September. Sebelum melakukan operasi plastik tersebut terdakwa datang dalam keadaan sehat, terdakwa melakukan operasi plastik selama ± 7 (tujuh) jam oleh dr. SIDIK dan rawat inap sampai tanggal 24 September 2018.

Bahwa dalam sidang pemeriksaan tersebut saksi ke-enam ALUSIA SIHOMBING (Kepala Perawat RS Bina Estetika) menerangkan, bahwa benar terdakwa dirawat inap di RS Bina Estetika pasca operasi Plastik di kamar B1, kemudian intensitas saksi untuk merawat terdakwa hanya 1 (satu) kali dalam sehari, dan selama terdakwa dirawat sejak tanggal 22 september 2018 s/d 24 september 2018, keadaan terdakwa masih bengkak-bengkak di sekitar mukanya.

Bahwa setelah pemeriksaan saksi selesai, kemudian Majelis Hakim menyatakan sidang akan dilanjutkan pada hari selasa tanggal 02 April 2019, dengan agenda sidang Pemeriksaan saksi, dan sidang di tutup oleh Majelis Hakim.

Bahwa jalannya sidang Ke-5 (lima) tersebut dilakukan pengamanan dari pihak Kepolisian Polres Metro Jaksel dari berbagai kesatuan, sidang terbuka untuk umum dan dihadiri oleh keluarga terdakwa, elemen masyarakat dan diliput oleh media cetak maupun elektronik dan persidangan berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.  

News Ticker

  • Kejari Jaksel melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor terhadap pelanggar lalu lintas yang diputus verstek tanpa kehadiran pelanggar di PN Jaksel dan dapat diambil pada hari Senin s/d Kamis jam (08.00 - 15.00 Wib)
  • Loket Pendaftaran Pelayanan Tilang dibuka mulai pukul 08.00 s.d 11.30 WIB. Pukul 11.30 - 15.00 WIB, hanya melayani yang sudah terdaftar.
  • Untuk Hari Jum'at, jam (08.00 - 15.00 Wib) Kejari Jaksel hanya melayani pengambilan SIM-STNK-KIR kendaraan bermotor sesuai tanggal pada hari sidang yang ditentukan dalam surat bukti tilang
  • Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melaksanakan penegakan hukum dengan hati nurani dan berdasarkan undang-undang
  • Masyarakat yang akan memberikan masukan, kritik dan saran atau melaporkan suatu tindak pidana korupsi dapat melalui web site Kejari Jaksel pada ruang Konsultasi
  • ISI SITUS BERSIFAT INFORMATIF BUKAN MERUPAKAN LEGAL OPINION DARI KEJAKSAAN R.I. APABILA TERDAPAT DATA ELEKTRONIK BASED YANG BERBEDA DENGAN DATA RESMI PAPER, MAKA YANG MENJADI ACUAN ADALAH DATA RESMI PAPER BASED.