Logo Kejaksaan Kejaksaan Negeri
Jakarta Selatan

Jazuli

Pada suatu masa, hiduplah seorang pemuda bernama Jazuli. Bila dilihat dari perawakannya sekilas tak ada yang istimewa. Bertinggi rata-rata, berkulit kuning langsat dengan gigi putih tertata namun punya senyum merona. Tampilannya berasal dari perpaduan bapak Betawi dan ibu Batak. Dari paduan itulah muncul campuran logat Betawi dan Batak saat Jazuli bicara.

Namun Jazuli tidak sembarangan bicara sebab ia menyadari bahwa dirinya adalah seorang penegak hukum. Ya memang Jazuli adalah seorang jaksa muda yang bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Menjadi jaksa adalah cita-citanya sejak lama. Sejak beranjak remaja, ia selalu tertarik dengan buku otobiografi para begawan hukum Indonesia. Favoritnya adalah Baharudin Lopa, mantan Jaksa Agung yang telah tutup usia namun kerjanya tetap abadi tercatat sejarah. Selepas bangku SMA, Jazuli pun memilih berkuliah di salah satu fakultas hukum terpandang di Jakarta.

Setelah menyandang gelar SH, Jazuli mantap mendaftar masuk untuk menjadi jaksa di Kejaksaan Agung, tempat tokoh favoritnya mengabdi sampai meninggal dunia. Tahapan demi tahapan ia lalui hingga akhirnya ditempatkan di kawasan selatan Jakarta yang dikelilingi perumahan warga maupun sekolah menengah.

Setiap berangkat menuju kantor, Jazuli mengendarai motor trail, motor kesayangannya hasil tabungan sejak mulai bertugas sebagai jaksa. Saat berkendara menuju kantor, ia pasti dikenali warga sekitar Kejari Jaksel karena suara khas motor trail miliknya. Mendapati warga memandangi motornya, Jazuli balas tersenyum bangga.

Lagi-lagi keistimewaan Jazuli bukan terletak di senyum manisnya. Jazuli terkenal jujur baik ke atasan maupun dengan rekan kerja. Pernah suatu kali ia terlambat untuk absen masuk kantor karena harus membantu bapaknya memperbaiki pintu pagar yang ditabrak mobil tetangga. Jazuli memilih untuk berkata jujur dan tidak mencari alasan untuk kepentingan dirinya sehingga pasrah remunerasinya dipotong meski tetap bersisa.

Walau menghormati atasan dan rekan-rekannya, Jazuli tetap menerapkan prinsip adil ketika bekerja termasuk dalam tugas kelompok. Saat menyiapkan acara hari kemerdekaan RI, Jazuli mendapat tugas sebagai ketua panitia. Ia membuat pembagian tugas yang jelas dan tegas bagi semua anggota Kejari Jaksel, termasuk atasannya karena ia yakin pembagian kerja yang adil akan sangat mendukung kesuksesan acara.

Tapi Jazuli paling terkenal dan dikenal karena bernyali. Pernah ia memergoki seorang anak berseragam SMP terpojok di belokan jalan Rancho tak jauh dari Kejari Jaksel. Anak itu duduk dan menutup mata karena diteriaki oleh 7-8 orang anak SMP lainnya. Jazuli dengan segera mendatangi mereka dan berbicara lantang agar mereka menyetop "bullying" kepada temannya. Nyali Jazuli teruji meski ia hanya sendiri saat itu.

Akhirnya, banyak temannya menyebut nama Jazuli sebagai singkatan JAksa ZUzur, adiL dan bernyalI. Karena memang seperti itulah kenyatannya.

 

SERI Ke-2

SERI Ke-3

SERI 4

 

SERI Ke-5

 

 SERI Ke-6

 

SERI Ke-7

 

 SERI Ke-8

 

 

SERI Ke-9

 

 

SERI Ke-10

 

 

SERI Ke-11